Artikel Solar cell

Artikel Solar cell :
Perbedaan Monocrystalline dan Polycrystalline
2 jenis solar cell yang paling sering digunakan dan menguasai pasar yaitu solar cell jenis monocrystalline dan polycrystalline.
Perbedaan Monocrystalline dan Polycrystalline dipengaruhi banyak hal, selain itu perbedaan monocrystalline dan polycrystalline sangat bergantung pada kualitas (baca : merek) solar cell yang kita beli. Kita akan bahas secara umum
Sebelum melihat perbedaan panel surya, sebaiknya kita tahu proses pembuatan dari kedua jenis solar cell tersebut

1. Proses Pembuatan
Monocrystalline : Sesuai namanya, panel surya monocrystalline berasal dari single silicone crystall murni yang dibuat dengan proses Czochralski. Ingot yang dihasilkan dari proses Czochralski dipotong tipis untuk menghasilkan sebuah sel surya. ProsesCzochralski tergolong rumit dan mahal, sehingga berdampak pada harga jual Solar Panel jenis monocrystalline.
Berikut sedikit gambaran proses Czochralski :
Polycrystalline : Solar cell jenis polycrystalline dibuat dengan cara yang lebih sederhana. Bukan proses yang lambat dan mahal seperti pada pembuatan monocrystalline.
Polycrystalline silicon dihasilkan dari proses layaknya proses “pengecoran”. Kristal – kristal silicon di cairkan dan di tuang dalam cetakan kemudian didinginkan dengan silicon seed. Karena menggunakan cetakan, sehingga polycrystalline silicon bisa dibentuk sesuai kebutuhan. Penyebaran silicon seed sering kali tidak merata, hal ini lah yang menyebabkan polycrystalline silicon seperti mempunyai motif guratan – guratan biru pada penampangnya.
Gambaran proses pembuatan polycrystalline silicon dan solar cell polycrystalline :

Setelah tahu proses pembuatan, maka kita akan lebih mudah untuk memahami perbedaan monocrystalline dan polycrystalline dalam hal bentuk/fisik produk.

2. Perbedaan Fisik ( Warna, Bentuk)
Cukup mudah membedakan solar panel monocrystalline dan polycrystalline bila dilihat dengan mata, sehingga bila menemui panel surya tersebut ditoko kita bisa langsung menebak jenis solar cell penyusunnya.

Tampilan Solar Panel Monocrystalline dan Polycrystalline
Monocrystalline : Berwarna hitam (berasal dari silicon murni), berbentuk bundar atau segidelapan (tepatnya segi empat yang dipotong di keempat sisinya).
bentuk dari monocrystalline silicon merupakan hasil dari proses pembuatannya yang berasal dari silicon ingot yang dipotong. Bentuk ini yang sekaligus menjadikan salah satu kekurangan dari monocrystalline silicon, sehingga memiliki tingkat kerapatannya yang rendah. Bisa saja produsen membuat bentuk persegi dengan proses pemotongan tetapi kerugian proses produksi tentu menjadi lebih besar dan menjadikan harga jauh lebih mahal lagi.

monocrystalline silicon solar cell dan solar panel
Polycrystalline : Berwarna kebiruan dan memiliki corak guratan biru (dihasilkan dari proses pendinginan dengan silicon seed). Berbentuk persegi, persegi panjang, atau sesuai dengan kebutuhan. Polycrystalline silicon mudah dibentuk sesuai dengan bentuk cetakan saat proses pengecoran. Dengan bentuk nya yang bisa persegi, maka kerapatan solar panel jenis polycrystalline cukup bagus.

Polycrytalline solar cell dan solar panel

3. Efisiensi
Nah…Topik ini yang paling seru bila melihat perbedaan solar cell. Membandingkan efisiensi solar cell monocrystalline dan polycrystalline merupakan hal yang sensitif. Masing – masing penggemar menyatakan solar panel milik nya memiliki efisiensi yang tinggi, meskipun hampir 80% artikel di internet banyak yang mengatakan monocrystalline memiliki efisiensi lebih baik daripada polycrystalline. Benarkah demikian…? Menilai efisiensi harus dilihat dari berbagai hal antara lain antara lain :
a. Toleransi Terhadap Temperatur/suhu
Monocrystalline : Mempunyai toleransi terhadap suhu yang tinggi.
Polycrystalline : Mempunyai toleransi terhadap suhu yang rendah.
Sebelumnya kita ketahui bahwa suhu dari Solar panel dipengaruhi oleh lingkungan, salah satunya berasal dari paparan/radiasi sinar matahari. Monocrystalline menyerap panas lebih banyak dari polycrystalline, itu artinya suhu permukaan monocrystalline akan lebih tinggi dibandingkan dengan polycrystalline pada lingkungan yang sama. Semakin tinggi suhu crystal silicon, semakin menurun kemampuannya. Pada suhu tinggi performa monocrystalline silicon tidak sebaik polycrystalline, artinya akan terjadi penurunan performa yang lebih banyak pada solar panel monocrystalline.
Jika kita melihat datasheet, kita dapat membaca “Temperature Coefficient Pmax” pada solar panel. Contohnya untuk Monocrystalline merek Suntech 190 W memiliki Temperature coefficient -0.48%. Itu berarti setiap derajat kenaikan suhu diatas 25˚C, Maksimum power akan berkurang sebanyak 0.48% . Jadi di cuaca panas dimana suhu atap rumah mencapai 45˚C dapat dikatakan terjadi penurunan performa pada monocrystalline sebanyak 10%. Sedangkan polycrystalline memiliki toleransi yang jauh lebih rendah.
Hal ini perlu mendapat perhatian bila solar panel akan dipasang di daerah tropis.
Link tentang temperatur solar cell
b. Efisiensi Konversi Energi
Efisiensi Solar Cell adalah perbandingan output elektrik yang dihasilkan oleh solar cell dengan jumlah energi cahaya/matahari yang diterima permukaan solar cell.
Rumusnya : Maksimum power output (Pm dalam watt) dibagi dengan input cahaya (E, dalam W/m2) dan area permukaan solar cell (Ac dalam m2)

rumus efisiensi solar cell
Monocrytalline : Rekor dunia tertinggi komersial produk (2010) di pegang oleh Suntech yaitu 24.2 %, atau rata – rata sebesar 242 watt per m2
Polycrystalline : Rekor dunia tertinggi komersial produk di pegang oleh Mitsubishi Electric sebesar 19.3% identik dengan 193 watt per m2
Selain itu, untuk skala riset efisiensi solar cell sudah mencapai 44%, sekali lagi dalam skala riset. Berikut detailnya :

efisiensi solar cell
Lalu apa artinya efisiensi solar panel bagi konsumen?
Hal tersebut akan berdampak besar bila kita membangun sistem tenaga surya dengan kapasitas yang besar. Area yang dibutuhkan untuk 1000 watt solar panel polycrystalline akan lebih luas dibandingkan area yang dibutuhkan oleh solar panel monocrystalline untuk membangkitkan energi listrik sebesar 1000 watt.
Yang perlu menjadi catatan adalah solar panel monocrystalline 100 watt tetap akan membangkitkan listrik sama besar dengan solar panel polycrystalline 100 watt. Tetapi dimensi monocrystalline akan lebih kecil bila dibandingkan polycrystalline.

3. Harga
Membandingkan harga sebaiknya dengan produk yang satu merek. Polycrystalline relatif lebih murah dengan monocrystalline. Harga tersebut sangat dipengaruhi oleh proses pembuatan, dimana monocrystalline jauh lebih rumit dan mahal.

4. Garansi
Untuk garansi rata – rata produsen solar panel berani memberikan garansi hingga 25 tahun baik itu monocrystalline ataupun polycrystalline. Jadi untuk garansi relatif tidak jauh berbeda.

Garansi Solar Panel
Kesimpulan :
– Jika kita memiliki dana yang terbatas, ada baiknya memilih solar panel jenis polycrystalline
– Jika kita memiliki lahan yang terbatas, ada baiknya memilih solar panel jenis monocrystalline
Baik solar cell jenis polycrystalline maupun monocrystalline masih terus dikembangkan untuk mencapai efisiensi tertinggi. Masing – masing memiliki kelebihan yang bisa disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan kita.
Disini tidak ada solar panel yang terbaik ataupun yang terjelek, yang ada adalah solar panel yang baik untuk kebutuhan dan sesuai dengan kemampuan kita.[/wr_column]]

sc
Artikel Solar cell :
Perbedaan Monocrystalline dan Polycrystalline
2 jenis solar cell yang paling sering digunakan dan menguasai pasar yaitu solar cell jenis monocrystalline dan polycrystalline.
Perbedaan Monocrystalline dan Polycrystalline dipengaruhi banyak hal, selain itu perbedaan monocrystalline dan polycrystalline sangat bergantung pada kualitas (baca : merek) solar cell yang kita beli. Kita akan bahas secara umum
Sebelum melihat perbedaan panel surya, sebaiknya kita tahu proses pembuatan dari kedua jenis solar cell tersebut

1. Proses Pembuatan
Monocrystalline : Sesuai namanya, panel surya monocrystalline berasal dari single silicone crystall murni yang dibuat dengan proses Czochralski. Ingot yang dihasilkan dari proses Czochralski dipotong tipis untuk menghasilkan sebuah sel surya. ProsesCzochralski tergolong rumit dan mahal, sehingga berdampak pada harga jual Solar Panel jenis monocrystalline.
Berikut sedikit gambaran proses Czochralski :
Polycrystalline : Solar cell jenis polycrystalline dibuat dengan cara yang lebih sederhana. Bukan proses yang lambat dan mahal seperti pada pembuatan monocrystalline.
Polycrystalline silicon dihasilkan dari proses layaknya proses “pengecoran”. Kristal – kristal silicon di cairkan dan di tuang dalam cetakan kemudian didinginkan dengan silicon seed. Karena menggunakan cetakan, sehingga polycrystalline silicon bisa dibentuk sesuai kebutuhan. Penyebaran silicon seed sering kali tidak merata, hal ini lah yang menyebabkan polycrystalline silicon seperti mempunyai motif guratan – guratan biru pada penampangnya.
Gambaran proses pembuatan polycrystalline silicon dan solar cell polycrystalline :

Setelah tahu proses pembuatan, maka kita akan lebih mudah untuk memahami perbedaan monocrystalline dan polycrystalline dalam hal bentuk/fisik produk.

2. Perbedaan Fisik ( Warna, Bentuk)
Cukup mudah membedakan solar panel monocrystalline dan polycrystalline bila dilihat dengan mata, sehingga bila menemui panel surya tersebut ditoko kita bisa langsung menebak jenis solar cell penyusunnya.

Tampilan Solar Panel Monocrystalline dan Polycrystalline
Monocrystalline : Berwarna hitam (berasal dari silicon murni), berbentuk bundar atau segidelapan (tepatnya segi empat yang dipotong di keempat sisinya).
bentuk dari monocrystalline silicon merupakan hasil dari proses pembuatannya yang berasal dari silicon ingot yang dipotong. Bentuk ini yang sekaligus menjadikan salah satu kekurangan dari monocrystalline silicon, sehingga memiliki tingkat kerapatannya yang rendah. Bisa saja produsen membuat bentuk persegi dengan proses pemotongan tetapi kerugian proses produksi tentu menjadi lebih besar dan menjadikan harga jauh lebih mahal lagi.

monocrystalline silicon solar cell dan solar panel
Polycrystalline : Berwarna kebiruan dan memiliki corak guratan biru (dihasilkan dari proses pendinginan dengan silicon seed). Berbentuk persegi, persegi panjang, atau sesuai dengan kebutuhan. Polycrystalline silicon mudah dibentuk sesuai dengan bentuk cetakan saat proses pengecoran. Dengan bentuk nya yang bisa persegi, maka kerapatan solar panel jenis polycrystalline cukup bagus.

Polycrytalline solar cell dan solar panel

3. Efisiensi
Nah…Topik ini yang paling seru bila melihat perbedaan solar cell. Membandingkan efisiensi solar cell monocrystalline dan polycrystalline merupakan hal yang sensitif. Masing – masing penggemar menyatakan solar panel milik nya memiliki efisiensi yang tinggi, meskipun hampir 80% artikel di internet banyak yang mengatakan monocrystalline memiliki efisiensi lebih baik daripada polycrystalline. Benarkah demikian…? Menilai efisiensi harus dilihat dari berbagai hal antara lain antara lain :
a. Toleransi Terhadap Temperatur/suhu
Monocrystalline : Mempunyai toleransi terhadap suhu yang tinggi.
Polycrystalline : Mempunyai toleransi terhadap suhu yang rendah.
Sebelumnya kita ketahui bahwa suhu dari Solar panel dipengaruhi oleh lingkungan, salah satunya berasal dari paparan/radiasi sinar matahari. Monocrystalline menyerap panas lebih banyak dari polycrystalline, itu artinya suhu permukaan monocrystalline akan lebih tinggi dibandingkan dengan polycrystalline pada lingkungan yang sama. Semakin tinggi suhu crystal silicon, semakin menurun kemampuannya. Pada suhu tinggi performa monocrystalline silicon tidak sebaik polycrystalline, artinya akan terjadi penurunan performa yang lebih banyak pada solar panel monocrystalline.
Jika kita melihat datasheet, kita dapat membaca “Temperature Coefficient Pmax” pada solar panel. Contohnya untuk Monocrystalline merek Suntech 190 W memiliki Temperature coefficient -0.48%. Itu berarti setiap derajat kenaikan suhu diatas 25˚C, Maksimum power akan berkurang sebanyak 0.48% . Jadi di cuaca panas dimana suhu atap rumah mencapai 45˚C dapat dikatakan terjadi penurunan performa pada monocrystalline sebanyak 10%. Sedangkan polycrystalline memiliki toleransi yang jauh lebih rendah.
Hal ini perlu mendapat perhatian bila solar panel akan dipasang di daerah tropis.
Link tentang temperatur solar cell
b. Efisiensi Konversi Energi
Efisiensi Solar Cell adalah perbandingan output elektrik yang dihasilkan oleh solar cell dengan jumlah energi cahaya/matahari yang diterima permukaan solar cell.
Rumusnya : Maksimum power output (Pm dalam watt) dibagi dengan input cahaya (E, dalam W/m2) dan area permukaan solar cell (Ac dalam m2)

rumus efisiensi solar cell
Monocrytalline : Rekor dunia tertinggi komersial produk (2010) di pegang oleh Suntech yaitu 24.2 %, atau rata – rata sebesar 242 watt per m2
Polycrystalline : Rekor dunia tertinggi komersial produk di pegang oleh Mitsubishi Electric sebesar 19.3% identik dengan 193 watt per m2
Selain itu, untuk skala riset efisiensi solar cell sudah mencapai 44%, sekali lagi dalam skala riset. Berikut detailnya :

efisiensi solar cell
Lalu apa artinya efisiensi solar panel bagi konsumen?
Hal tersebut akan berdampak besar bila kita membangun sistem tenaga surya dengan kapasitas yang besar. Area yang dibutuhkan untuk 1000 watt solar panel polycrystalline akan lebih luas dibandingkan area yang dibutuhkan oleh solar panel monocrystalline untuk membangkitkan energi listrik sebesar 1000 watt.
Yang perlu menjadi catatan adalah solar panel monocrystalline 100 watt tetap akan membangkitkan listrik sama besar dengan solar panel polycrystalline 100 watt. Tetapi dimensi monocrystalline akan lebih kecil bila dibandingkan polycrystalline.

3. Harga
Membandingkan harga sebaiknya dengan produk yang satu merek. Polycrystalline relatif lebih murah dengan monocrystalline. Harga tersebut sangat dipengaruhi oleh proses pembuatan, dimana monocrystalline jauh lebih rumit dan mahal.

4. Garansi
Untuk garansi rata – rata produsen solar panel berani memberikan garansi hingga 25 tahun baik itu monocrystalline ataupun polycrystalline. Jadi untuk garansi relatif tidak jauh berbeda.

Garansi Solar Panel
Kesimpulan :
– Jika kita memiliki dana yang terbatas, ada baiknya memilih solar panel jenis polycrystalline
– Jika kita memiliki lahan yang terbatas, ada baiknya memilih solar panel jenis monocrystalline
Baik solar cell jenis polycrystalline maupun monocrystalline masih terus dikembangkan untuk mencapai efisiensi tertinggi. Masing – masing memiliki kelebihan yang bisa disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan kita.
Disini tidak ada solar panel yang terbaik ataupun yang terjelek, yang ada adalah solar panel yang baik untuk kebutuhan dan sesuai dengan kemampuan kita.

[/wr_column][/wr_row]